Ketika Pelarianku Menemukanmu, Bukti Jodoh Tak Akan Kemana 3

Ketika Pelarianku Menemukanmu, Bukti Jodoh Tak Akan Kemana

Entah sudah berapa lama aku berusaha untuk menjauhimu. Mencoba melupakan segala hal tentangmu. Banyak sudah tulisan-tulisan tentang melupakan yang kubaca.

Hampir semuanya sudah ku lakukan. Tapi memang sebagai manusia, aku tak punya kuasa untuk menentang takdir tuhan.

Kita mungkin bisa mengubah nasib, perkara jodoh, kita hanya bisa berusaha, lalu menyerahkannya pada sang maha pemilik hati.

Aku tak mengerti mengapa aku bisa begitu menyukaimu saat itu. Tapi rasa suka itu kalah dengan rasa malu untuk mengungkapkan lebih dulu, membuatku memutuskan untuk menyimpannya sendiri dalam hati.

Hanya aku dan tuhanku yang tahu tentang rasaku padamu.

Sebab aku tahu, sudah ada wanita lain di sana yang menjadi pilihanmu. Bahkan kau sudah selangkah lebih maju menunjukkan keseriusanmu padanya.

Aku rasa dia perempuan yang beruntung bisa diperjuangkan olehmu. Lelaki yang tak mengumbar kemesraan, tapi langsung datang menemui orang tua wanita pujaannya.

Aku yang waktu itu masih bukan siapa-siapamu hanya bisa menahan rasa yang kupunya. Mendengarmu sudah sangat yakin dengan pilihanmu itu, aku pun mencoba untuk menjauh.

Dimulai dengan menghapus kontakmu dari ponselku. Termasuk semua pesan singkat yang pernah membuatku merasa dekat denganmu.

“Kalau jodoh tak akan kemana. Pasti nanti akan bertemu juga. Meski bukan denganmu.” Keyakinanku waktu itu.

Bahkan pertemanan kita di sosial media juga aku putuskan semampuku. Semua ku lakukan dengan harapan bisa melupakanmu. Tapi sepertinya akau salah. Tak semua yang pernah ku baca itu membuahkan hasil seperti yang apa yang aku mau.

Sudah sangat jauh rasanya aku berlari menjauh darimu. Tapi entah mengapa, setelah aku sangat yakin telah benar-benar pergi darimu. Aku bertemu lagi denganmu. Apalagi setelah semua yang ku lakukan, kau seperti tak merasakannya sama sekali.

Hingga akhirnya kita saling mengungkapkan rasa satu sama lain. Aku seperti orang bodoh ketika mengingat aku pernah berusaha menjauhimu.

Ternyata dalam pelarianku, rasa di hatimu juga mulai tumbuh untukku. Padahal aku sudah sekuat tenaga melupakanmu, dan berusaha biasa-bisa saja padamu.

“Sekuat apapun diikat, kalau bukan jodoh akan lepas juga. Sekuat apapun kamu menolak, kalau memang berjodoh akan selalu dekat.”

Dulu aku hanya memahami itu sebagai sebuah kalimat yang dapat menguatkanku. Sekarang aku sudah membuktikannya sendiri.

Ketika pelarianku akhirnya menemukanmu, aku percaya bahwa tak ada yang bisa menghalangi jika memang dirimu adalah jodohku. Memang jodoh tak akan kemana, tapi setidaknya kita juga harus berusaha.

Aku senang karena kini aku bisa menceritakan semuanya padamu. Aku juga sangat senang mendengar semua pengakuanmu tentangku.

Kini aku hanya bisa berharap kita akan selalu bersama. Saling melengkapi dan menemani baik dalam keadaan sulit maupun senang.

One Reply to “Ketika Pelarianku Menemukanmu, Bukti Jodoh Tak Akan Kemana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *